Walkie Talkie vs Headset Bluetooth untuk Kerja

Sebenarnya ini bukan pertarungan walkie talkie vs headset bluetooth — kebanyakan kru akhirnya memakai keduanya, radio di pinggang dan headset di telinga.

Orang bertanya kepada saya soal walkie talkie vs headset bluetooth seolah ini pertandingan tinju, tetapi jujur saja ini lebih seperti jabat tangan. Walkie talkie tetap alat terbaik untuk komunikasi suara kelompok instan. Tekan, bicara, selesai — tidak ada nomor telepon, tidak ada call waiting. Headset Bluetooth menambah kenyamanan: tidak perlu lagi menempelkan unit ke telinga atau berteriak ke mikrofon speaker di lokasi berangin. Headset kerja yang bagus meredam kebisingan latar, dan itulah bedanya antara menangkap instruksi dan melewatkannya.

Kendalanya adalah kompatibilitas. Tidak semua radio punya Bluetooth bawaan, jadi setup headset radio bluetooth biasanya berarti radio dengan BT di dalamnya atau adaptor kecil yang dicolok ke jack aksesori. Keduanya berfungsi, dan jalur adaptor memungkinkan Anda mempertahankan radio yang sudah dimiliki, yang merupakan jalur lebih murah untuk kebanyakan tim. Untuk kru di lingkungan bising, kami menyediakan headset yang kompatibel dengan radio umum plus earpiece ketika Anda hanya butuh opsi di dalam telinga tanpa barang besar.

Jika Anda benar-benar butuh panggilan telepon dan radio dalam satu perangkat, itu produk yang sama sekali berbeda, dan panduan earpiece kami adalah tempat yang tepat untuk memulai soal kualitas audio. Dan soal baterai hasilnya bisa berbeda-beda: headset Bluetooth perlu diisi setiap hari sementara radio bisa bertahan beberapa shift. Rencanakan pengisian dayanya, ambil cadangan dari baterai cadangan, dan Anda mendapat yang terbaik dari keduanya tanpa frustrasi.